-->
INILAH LIST SIARAN ARDA TV
Toko Sosmed
EBOOK: KESLING, MOTIVASI & PENGEMBANGAN DIRI
WWW.ARDADINATA.COM WWW.ARDADINATA.COM

Daftar Artikel


6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA
Lihat Detail

6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA

MERAJUT CINTA ALLAH: 6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA

“Hanya lima persen manusia yang bener-benar berpikir tentang gagasannya, hanya sepuluh persen yang berpikir bahwa dirinya berpikir, dan sisanya yang delapan puluh lima persen memilih lebih baik mati ketimbang berpikir.” (Edison).

Berpikir itu anugerah Allah SWT yang harus terus digali dan dikembangkan oleh manusia. Bukankah berawal dari berpikir inilah segala sesuatu akan terjadi? Apalagi Islam mengajarkan umatnya untuk merealisasikan keinginan tersebut dan tidak hanya berhenti sampai pada tataran berpikir saja, namun harus diamalkan untuk bekal setelah mati.

Saat ini, banyak orang masih hanya berhenti pada dunia ucapan, konsep, pemikiran dan rencana saja. Mereka belum melakukan sesuatu untuk dirinya sesuai dengan rencana atau konsep yang dibuatnya sehingga menjadi solusi dalam mengatasi setiap masalah hidupnya.

Untuk itu, lewat buku Merajut Cinta Allah ini, penulis berbagi inspirasi, motivasi, dan aplikasi hidup tentang 6 langkah dalam membangkitkan pola pikir sukses dan solutif dalam hidup Anda, yaitu bagaimana:

1. Berpikir Merajut Cinta Allah
2. Berpikir Menjalin Persahabatan Hakiki
3. Berpikir Menjadi Pribadi Sukses dan Solutif
4. Berpikir Rehumanisasi dan Kebebasan
5. Berpikir Mengendalikan Nafsu
6. Berpikir Bening Hati Menuju Allah.

Baca selengkapnya di sini: MERAJUT CINTA ALLAH
  
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

MERAJUT CINTA ALLAH: 6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA

“Hanya lima persen manusia yang bener-benar berpikir tentang gagasannya, hanya sepuluh persen yang berpikir bahwa dirinya berpikir, dan sisanya yang delapan puluh lima persen memilih lebih baik mati ketimbang berpikir.” (Edison).

Berpikir itu anugerah Allah SWT yang harus terus digali dan dikembangkan oleh manusia. Bukankah berawal dari berpikir inilah segala sesuatu akan terjadi? Apalagi Islam mengajarkan umatnya untuk merealisasikan keinginan tersebut dan tidak hanya berhenti sampai pada tataran berpikir saja, namun harus diamalkan untuk bekal setelah mati.

Saat ini, banyak orang masih hanya berhenti pada dunia ucapan, konsep, pemikiran dan rencana saja. Mereka belum melakukan sesuatu untuk dirinya sesuai dengan rencana atau konsep yang dibuatnya sehingga menjadi solusi dalam mengatasi setiap masalah hidupnya.

Untuk itu, lewat buku Merajut Cinta Allah ini, penulis berbagi inspirasi, motivasi, dan aplikasi hidup tentang 6 langkah dalam membangkitkan pola pikir sukses dan solutif dalam hidup Anda, yaitu bagaimana:

1. Berpikir Merajut Cinta Allah
2. Berpikir Menjalin Persahabatan Hakiki
3. Berpikir Menjadi Pribadi Sukses dan Solutif
4. Berpikir Rehumanisasi dan Kebebasan
5. Berpikir Mengendalikan Nafsu
6. Berpikir Bening Hati Menuju Allah.

Baca selengkapnya di sini: MERAJUT CINTA ALLAH
  
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

MERAJUT CINTA ALLAH: 6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA

“Hanya lima persen manusia yang bener-benar berpikir tentang gagasannya, hanya sepuluh persen yang berpikir bahwa dirinya berpikir, dan sisanya yang delapan puluh lima persen memilih lebih baik mati ketimbang berpikir.” (Edison).

Berpikir itu anugerah Allah SWT yang harus terus digali dan dikembangkan oleh manusia. Bukankah berawal dari berpikir inilah segala sesuatu akan terjadi? Apalagi Islam mengajarkan umatnya untuk merealisasikan keinginan tersebut dan tidak hanya berhenti sampai pada tataran berpikir saja, namun harus diamalkan untuk bekal setelah mati.

Saat ini, banyak orang masih hanya berhenti pada dunia ucapan, konsep, pemikiran dan rencana saja. Mereka belum melakukan sesuatu untuk dirinya sesuai dengan rencana atau konsep yang dibuatnya sehingga menjadi solusi dalam mengatasi setiap masalah hidupnya.

Untuk itu, lewat buku Merajut Cinta Allah ini, penulis berbagi inspirasi, motivasi, dan aplikasi hidup tentang 6 langkah dalam membangkitkan pola pikir sukses dan solutif dalam hidup Anda, yaitu bagaimana:

1. Berpikir Merajut Cinta Allah
2. Berpikir Menjalin Persahabatan Hakiki
3. Berpikir Menjadi Pribadi Sukses dan Solutif
4. Berpikir Rehumanisasi dan Kebebasan
5. Berpikir Mengendalikan Nafsu
6. Berpikir Bening Hati Menuju Allah.

Baca selengkapnya di sini: MERAJUT CINTA ALLAH
  
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

MERAJUT CINTA ALLAH: 6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA

“Hanya lima persen manusia yang bener-benar berpikir tentang gagasannya, hanya sepuluh persen yang berpikir bahwa dirinya berpikir, dan sisanya yang delapan puluh lima persen memilih lebih baik mati ketimbang berpikir.” (Edison).

Berpikir itu anugerah Allah SWT yang harus terus digali dan dikembangkan oleh manusia. Bukankah berawal dari berpikir inilah segala sesuatu akan terjadi? Apalagi Islam mengajarkan umatnya untuk merealisasikan keinginan tersebut dan tidak hanya berhenti sampai pada tataran berpikir saja, namun harus diamalkan untuk bekal setelah mati.

Saat ini, banyak orang masih hanya berhenti pada dunia ucapan, konsep, pemikiran dan rencana saja. Mereka belum melakukan sesuatu untuk dirinya sesuai dengan rencana atau konsep yang dibuatnya sehingga menjadi solusi dalam mengatasi setiap masalah hidupnya.

Untuk itu, lewat buku Merajut Cinta Allah ini, penulis berbagi inspirasi, motivasi, dan aplikasi hidup tentang 6 langkah dalam membangkitkan pola pikir sukses dan solutif dalam hidup Anda, yaitu bagaimana:

1. Berpikir Merajut Cinta Allah
2. Berpikir Menjalin Persahabatan Hakiki
3. Berpikir Menjadi Pribadi Sukses dan Solutif
4. Berpikir Rehumanisasi dan Kebebasan
5. Berpikir Mengendalikan Nafsu
6. Berpikir Bening Hati Menuju Allah.

Baca selengkapnya di sini: MERAJUT CINTA ALLAH
  
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

MERAJUT CINTA ALLAH: 6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA

“Hanya lima persen manusia yang bener-benar berpikir tentang gagasannya, hanya sepuluh persen yang berpikir bahwa dirinya berpikir, dan sisanya yang delapan puluh lima persen memilih lebih baik mati ketimbang berpikir.” (Edison).

Berpikir itu anugerah Allah SWT yang harus terus digali dan dikembangkan oleh manusia. Bukankah berawal dari berpikir inilah segala sesuatu akan terjadi? Apalagi Islam mengajarkan umatnya untuk merealisasikan keinginan tersebut dan tidak hanya berhenti sampai pada tataran berpikir saja, namun harus diamalkan untuk bekal setelah mati.

Saat ini, banyak orang masih hanya berhenti pada dunia ucapan, konsep, pemikiran dan rencana saja. Mereka belum melakukan sesuatu untuk dirinya sesuai dengan rencana atau konsep yang dibuatnya sehingga menjadi solusi dalam mengatasi setiap masalah hidupnya.

Untuk itu, lewat buku Merajut Cinta Allah ini, penulis berbagi inspirasi, motivasi, dan aplikasi hidup tentang 6 langkah dalam membangkitkan pola pikir sukses dan solutif dalam hidup Anda, yaitu bagaimana:

1. Berpikir Merajut Cinta Allah
2. Berpikir Menjalin Persahabatan Hakiki
3. Berpikir Menjadi Pribadi Sukses dan Solutif
4. Berpikir Rehumanisasi dan Kebebasan
5. Berpikir Mengendalikan Nafsu
6. Berpikir Bening Hati Menuju Allah.

Baca selengkapnya di sini: MERAJUT CINTA ALLAH
  
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

MERAJUT CINTA ALLAH: 6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA

“Hanya lima persen manusia yang bener-benar berpikir tentang gagasannya, hanya sepuluh persen yang berpikir bahwa dirinya berpikir, dan sisanya yang delapan puluh lima persen memilih lebih baik mati ketimbang berpikir.” (Edison).

Berpikir itu anugerah Allah SWT yang harus terus digali dan dikembangkan oleh manusia. Bukankah berawal dari berpikir inilah segala sesuatu akan terjadi? Apalagi Islam mengajarkan umatnya untuk merealisasikan keinginan tersebut dan tidak hanya berhenti sampai pada tataran berpikir saja, namun harus diamalkan untuk bekal setelah mati.

Saat ini, banyak orang masih hanya berhenti pada dunia ucapan, konsep, pemikiran dan rencana saja. Mereka belum melakukan sesuatu untuk dirinya sesuai dengan rencana atau konsep yang dibuatnya sehingga menjadi solusi dalam mengatasi setiap masalah hidupnya.

Untuk itu, lewat buku Merajut Cinta Allah ini, penulis berbagi inspirasi, motivasi, dan aplikasi hidup tentang 6 langkah dalam membangkitkan pola pikir sukses dan solutif dalam hidup Anda, yaitu bagaimana:

1. Berpikir Merajut Cinta Allah
2. Berpikir Menjalin Persahabatan Hakiki
3. Berpikir Menjadi Pribadi Sukses dan Solutif
4. Berpikir Rehumanisasi dan Kebebasan
5. Berpikir Mengendalikan Nafsu
6. Berpikir Bening Hati Menuju Allah.

Baca selengkapnya di sini: MERAJUT CINTA ALLAH
  
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

MERAJUT CINTA ALLAH: 6 LANGKAH MEMBANGKITKAN POLA PIKIR SUKSES DAN SOLUTIF HIDUP ANDA

“Hanya lima persen manusia yang bener-benar berpikir tentang gagasannya, hanya sepuluh persen yang berpikir bahwa dirinya berpikir, dan sisanya yang delapan puluh lima persen memilih lebih baik mati ketimbang berpikir.” (Edison).

Berpikir itu anugerah Allah SWT yang harus terus digali dan dikembangkan oleh manusia. Bukankah berawal dari berpikir inilah segala sesuatu akan terjadi? Apalagi Islam mengajarkan umatnya untuk merealisasikan keinginan tersebut dan tidak hanya berhenti sampai pada tataran berpikir saja, namun harus diamalkan untuk bekal setelah mati.

Saat ini, banyak orang masih hanya berhenti pada dunia ucapan, konsep, pemikiran dan rencana saja. Mereka belum melakukan sesuatu untuk dirinya sesuai dengan rencana atau konsep yang dibuatnya sehingga menjadi solusi dalam mengatasi setiap masalah hidupnya.

Untuk itu, lewat buku Merajut Cinta Allah ini, penulis berbagi inspirasi, motivasi, dan aplikasi hidup tentang 6 langkah dalam membangkitkan pola pikir sukses dan solutif dalam hidup Anda, yaitu bagaimana:

1. Berpikir Merajut Cinta Allah
2. Berpikir Menjalin Persahabatan Hakiki
3. Berpikir Menjadi Pribadi Sukses dan Solutif
4. Berpikir Rehumanisasi dan Kebebasan
5. Berpikir Mengendalikan Nafsu
6. Berpikir Bening Hati Menuju Allah.

Baca selengkapnya di sini: MERAJUT CINTA ALLAH
  
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak
Lihat Detail

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

Radakng ialah sebutan untuk Rumah Panjang yang didiami Etnik Dayak Kanayatn di Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Rumah Panjang disebut juga dengan Rumah Betang. Dinamakan Rumah Panjang karena bentuknya memanjang. Padahal, didalamnya terdiri dari petak-petak rumah yang saling bersatu.

Pembagian rumah ini sama, yaitu ada tangga untuk naik ke pantai’ (tempat menjemur). Dari pantai’ terus masuk ke sami’ (ruang pertemuan/ tamu). Baru selanjutnya masuk ke bagian rumah yang inti. Untuk bagian inti ini, pembagian kamar maupun ruangan lainnya tiap rumah berbeda-beda disesuaikan besar kecilnya rumah dan selera pemiliknya.

Radakng ini merupakan rumah yang kaya akan arti dan makna. Jadi, lebih hanya sekedar sebagai bangunan untuk tempat tinggal, tapi kehidupan sosial masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Tepatnya, nilai-nilai dari keJubata-an Radakng itu menyehatkan kehidupan para penghuninya. 

Jadi, dapat dikatakan kalau Radakng ini dari struktur bangunan sangat unik dan kehidupan para penghuninya masih menjaga adat nenek moyang Etnik Dayak Kanayatn, seperti adat nyarapa, naik dango, nabo padagi, nabo panyugu , batalah, dan adat perkawinan.

Untuk itu, keberadaan Rumah Panjang sangat layak untuk dipertahankan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tentang bagaimana mengharmoniskan antara nilai budaya dengan nilai kesehatan buat masyarakatnya.  


| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

Radakng ialah sebutan untuk Rumah Panjang yang didiami Etnik Dayak Kanayatn di Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Rumah Panjang disebut juga dengan Rumah Betang. Dinamakan Rumah Panjang karena bentuknya memanjang. Padahal, didalamnya terdiri dari petak-petak rumah yang saling bersatu.

Pembagian rumah ini sama, yaitu ada tangga untuk naik ke pantai’ (tempat menjemur). Dari pantai’ terus masuk ke sami’ (ruang pertemuan/ tamu). Baru selanjutnya masuk ke bagian rumah yang inti. Untuk bagian inti ini, pembagian kamar maupun ruangan lainnya tiap rumah berbeda-beda disesuaikan besar kecilnya rumah dan selera pemiliknya.

Radakng ini merupakan rumah yang kaya akan arti dan makna. Jadi, lebih hanya sekedar sebagai bangunan untuk tempat tinggal, tapi kehidupan sosial masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Tepatnya, nilai-nilai dari keJubata-an Radakng itu menyehatkan kehidupan para penghuninya. 

Jadi, dapat dikatakan kalau Radakng ini dari struktur bangunan sangat unik dan kehidupan para penghuninya masih menjaga adat nenek moyang Etnik Dayak Kanayatn, seperti adat nyarapa, naik dango, nabo padagi, nabo panyugu , batalah, dan adat perkawinan.

Untuk itu, keberadaan Rumah Panjang sangat layak untuk dipertahankan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tentang bagaimana mengharmoniskan antara nilai budaya dengan nilai kesehatan buat masyarakatnya.  


| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

Radakng ialah sebutan untuk Rumah Panjang yang didiami Etnik Dayak Kanayatn di Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Rumah Panjang disebut juga dengan Rumah Betang. Dinamakan Rumah Panjang karena bentuknya memanjang. Padahal, didalamnya terdiri dari petak-petak rumah yang saling bersatu.

Pembagian rumah ini sama, yaitu ada tangga untuk naik ke pantai’ (tempat menjemur). Dari pantai’ terus masuk ke sami’ (ruang pertemuan/ tamu). Baru selanjutnya masuk ke bagian rumah yang inti. Untuk bagian inti ini, pembagian kamar maupun ruangan lainnya tiap rumah berbeda-beda disesuaikan besar kecilnya rumah dan selera pemiliknya.

Radakng ini merupakan rumah yang kaya akan arti dan makna. Jadi, lebih hanya sekedar sebagai bangunan untuk tempat tinggal, tapi kehidupan sosial masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Tepatnya, nilai-nilai dari keJubata-an Radakng itu menyehatkan kehidupan para penghuninya. 

Jadi, dapat dikatakan kalau Radakng ini dari struktur bangunan sangat unik dan kehidupan para penghuninya masih menjaga adat nenek moyang Etnik Dayak Kanayatn, seperti adat nyarapa, naik dango, nabo padagi, nabo panyugu , batalah, dan adat perkawinan.

Untuk itu, keberadaan Rumah Panjang sangat layak untuk dipertahankan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tentang bagaimana mengharmoniskan antara nilai budaya dengan nilai kesehatan buat masyarakatnya.  


| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

Radakng ialah sebutan untuk Rumah Panjang yang didiami Etnik Dayak Kanayatn di Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Rumah Panjang disebut juga dengan Rumah Betang. Dinamakan Rumah Panjang karena bentuknya memanjang. Padahal, didalamnya terdiri dari petak-petak rumah yang saling bersatu.

Pembagian rumah ini sama, yaitu ada tangga untuk naik ke pantai’ (tempat menjemur). Dari pantai’ terus masuk ke sami’ (ruang pertemuan/ tamu). Baru selanjutnya masuk ke bagian rumah yang inti. Untuk bagian inti ini, pembagian kamar maupun ruangan lainnya tiap rumah berbeda-beda disesuaikan besar kecilnya rumah dan selera pemiliknya.

Radakng ini merupakan rumah yang kaya akan arti dan makna. Jadi, lebih hanya sekedar sebagai bangunan untuk tempat tinggal, tapi kehidupan sosial masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Tepatnya, nilai-nilai dari keJubata-an Radakng itu menyehatkan kehidupan para penghuninya. 

Jadi, dapat dikatakan kalau Radakng ini dari struktur bangunan sangat unik dan kehidupan para penghuninya masih menjaga adat nenek moyang Etnik Dayak Kanayatn, seperti adat nyarapa, naik dango, nabo padagi, nabo panyugu , batalah, dan adat perkawinan.

Untuk itu, keberadaan Rumah Panjang sangat layak untuk dipertahankan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tentang bagaimana mengharmoniskan antara nilai budaya dengan nilai kesehatan buat masyarakatnya.  


| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

Radakng ialah sebutan untuk Rumah Panjang yang didiami Etnik Dayak Kanayatn di Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Rumah Panjang disebut juga dengan Rumah Betang. Dinamakan Rumah Panjang karena bentuknya memanjang. Padahal, didalamnya terdiri dari petak-petak rumah yang saling bersatu.

Pembagian rumah ini sama, yaitu ada tangga untuk naik ke pantai’ (tempat menjemur). Dari pantai’ terus masuk ke sami’ (ruang pertemuan/ tamu). Baru selanjutnya masuk ke bagian rumah yang inti. Untuk bagian inti ini, pembagian kamar maupun ruangan lainnya tiap rumah berbeda-beda disesuaikan besar kecilnya rumah dan selera pemiliknya.

Radakng ini merupakan rumah yang kaya akan arti dan makna. Jadi, lebih hanya sekedar sebagai bangunan untuk tempat tinggal, tapi kehidupan sosial masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Tepatnya, nilai-nilai dari keJubata-an Radakng itu menyehatkan kehidupan para penghuninya. 

Jadi, dapat dikatakan kalau Radakng ini dari struktur bangunan sangat unik dan kehidupan para penghuninya masih menjaga adat nenek moyang Etnik Dayak Kanayatn, seperti adat nyarapa, naik dango, nabo padagi, nabo panyugu , batalah, dan adat perkawinan.

Untuk itu, keberadaan Rumah Panjang sangat layak untuk dipertahankan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tentang bagaimana mengharmoniskan antara nilai budaya dengan nilai kesehatan buat masyarakatnya.  


| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

Radakng ialah sebutan untuk Rumah Panjang yang didiami Etnik Dayak Kanayatn di Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Rumah Panjang disebut juga dengan Rumah Betang. Dinamakan Rumah Panjang karena bentuknya memanjang. Padahal, didalamnya terdiri dari petak-petak rumah yang saling bersatu.

Pembagian rumah ini sama, yaitu ada tangga untuk naik ke pantai’ (tempat menjemur). Dari pantai’ terus masuk ke sami’ (ruang pertemuan/ tamu). Baru selanjutnya masuk ke bagian rumah yang inti. Untuk bagian inti ini, pembagian kamar maupun ruangan lainnya tiap rumah berbeda-beda disesuaikan besar kecilnya rumah dan selera pemiliknya.

Radakng ini merupakan rumah yang kaya akan arti dan makna. Jadi, lebih hanya sekedar sebagai bangunan untuk tempat tinggal, tapi kehidupan sosial masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Tepatnya, nilai-nilai dari keJubata-an Radakng itu menyehatkan kehidupan para penghuninya. 

Jadi, dapat dikatakan kalau Radakng ini dari struktur bangunan sangat unik dan kehidupan para penghuninya masih menjaga adat nenek moyang Etnik Dayak Kanayatn, seperti adat nyarapa, naik dango, nabo padagi, nabo panyugu , batalah, dan adat perkawinan.

Untuk itu, keberadaan Rumah Panjang sangat layak untuk dipertahankan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tentang bagaimana mengharmoniskan antara nilai budaya dengan nilai kesehatan buat masyarakatnya.  


| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

Radakng ialah sebutan untuk Rumah Panjang yang didiami Etnik Dayak Kanayatn di Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Rumah Panjang disebut juga dengan Rumah Betang. Dinamakan Rumah Panjang karena bentuknya memanjang. Padahal, didalamnya terdiri dari petak-petak rumah yang saling bersatu.

Pembagian rumah ini sama, yaitu ada tangga untuk naik ke pantai’ (tempat menjemur). Dari pantai’ terus masuk ke sami’ (ruang pertemuan/ tamu). Baru selanjutnya masuk ke bagian rumah yang inti. Untuk bagian inti ini, pembagian kamar maupun ruangan lainnya tiap rumah berbeda-beda disesuaikan besar kecilnya rumah dan selera pemiliknya.

Radakng ini merupakan rumah yang kaya akan arti dan makna. Jadi, lebih hanya sekedar sebagai bangunan untuk tempat tinggal, tapi kehidupan sosial masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Tepatnya, nilai-nilai dari keJubata-an Radakng itu menyehatkan kehidupan para penghuninya. 

Jadi, dapat dikatakan kalau Radakng ini dari struktur bangunan sangat unik dan kehidupan para penghuninya masih menjaga adat nenek moyang Etnik Dayak Kanayatn, seperti adat nyarapa, naik dango, nabo padagi, nabo panyugu , batalah, dan adat perkawinan.

Untuk itu, keberadaan Rumah Panjang sangat layak untuk dipertahankan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tentang bagaimana mengharmoniskan antara nilai budaya dengan nilai kesehatan buat masyarakatnya.  


| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

RADAKNG: Rumah Sehat Jubata Etnik Dayak Kanayatn Kabupaten Landak

Radakng ialah sebutan untuk Rumah Panjang yang didiami Etnik Dayak Kanayatn di Desa Saham Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Rumah Panjang disebut juga dengan Rumah Betang. Dinamakan Rumah Panjang karena bentuknya memanjang. Padahal, didalamnya terdiri dari petak-petak rumah yang saling bersatu.

Pembagian rumah ini sama, yaitu ada tangga untuk naik ke pantai’ (tempat menjemur). Dari pantai’ terus masuk ke sami’ (ruang pertemuan/ tamu). Baru selanjutnya masuk ke bagian rumah yang inti. Untuk bagian inti ini, pembagian kamar maupun ruangan lainnya tiap rumah berbeda-beda disesuaikan besar kecilnya rumah dan selera pemiliknya.

Radakng ini merupakan rumah yang kaya akan arti dan makna. Jadi, lebih hanya sekedar sebagai bangunan untuk tempat tinggal, tapi kehidupan sosial masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat, tradisi budaya dan kehidupan bersama (gotong royong). Tepatnya, nilai-nilai dari keJubata-an Radakng itu menyehatkan kehidupan para penghuninya. 

Jadi, dapat dikatakan kalau Radakng ini dari struktur bangunan sangat unik dan kehidupan para penghuninya masih menjaga adat nenek moyang Etnik Dayak Kanayatn, seperti adat nyarapa, naik dango, nabo padagi, nabo panyugu , batalah, dan adat perkawinan.

Untuk itu, keberadaan Rumah Panjang sangat layak untuk dipertahankan dan menjadi percontohan bagi daerah lainnya tentang bagaimana mengharmoniskan antara nilai budaya dengan nilai kesehatan buat masyarakatnya.  


| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku
Lihat Detail

Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP: Cara Cerdas Menjadi Dosen PERFECT dan JUTAWAN dengan Menulis Buku

CREATIVE WRITING berasal dari dua kata, yaitu writing (menulis) dan creative (kreatif). Menulis kreatif ini merupakan ketrampilan hidup, bukan bakat sehingga siapa pun dapat dilatih menulis.

Menulis ini juga ada yang menyebutkan terkait dengan ketrampilan seseorang dalam mengolah kata-kata menjadi tulisan (wacana) yang memiliki daya pikat untuk dibaca. Jadi, bagi dosen menulis ini tentu menjadi kewajiban dalam menunjang profesionalisme sebagai profesi dosen.

Sementara itu, kreatif diartikan sebagai orang yang memiliki daya cipta dan kreativitas. Menulis kreatif ini umumnya adalah terkait dengan dunia karang mengarang. Namun demikian, bagi seorang dosen pun harus mempunyai kreativitas dalam menyusun dan menghasilkan tulisannya.

Sebenarnya, mengapa kita (termasuk dosen) harus menulis? Sebab, kita harus dasar bahwa manusia itu punya keterbatasan dan tempatnya lupa. Untuk itu, kita perlu merawat dan mengikat ilmu dengan menuliskannya. Apalagi, sebagai profesi dosen itu memiliki kewajiaban untuk selalu menulis sebagai aktivitas hariannya agar dikatakan sebagai dosen profesional.

Terkait profesi dosen ini, ada tiga kata yang saling terkait yaitu: mengajar, membaca, dan menulis. Mengajar itu merupakan aktivitas untuk menguatkan ilmu. Semakin kita terus mengajarkan ilmu, maka ilmu yang kita ajarkan itu semakin kuat dalam ingatan seorang dosen.

Sementara itu, aktivitas membaca akan berdampak pada meluaskan ilmu. Dengan kata lain, semakin kita terus membaca, maka ilmu dan pengetahuan kita sebagai dosen akan semakin luas wawasannya. Sedangkan, aktivitas menulis itu akan menaikan derajat kefasihan ilmu. Yakni lewat menulis membuat keilmuaan dan kepakaran ilmu yang kita miliki menjadi diakui oleh masyarakat.

Tulisan ini, mencoba membahas dan menguraikan terkait dunia menulis kreatif (creative writing) dan writer preneurship (wirausaha yang bergerak di bidang tulis menulis).  

Baca Selengkapnya di sini: CREATIVE WRITING & WRITER PRENEURSHIP
| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian
Lihat Detail

Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI: Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin. 

Baca Selengkapnya di sini: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI: Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin. 

Baca Selengkapnya di sini: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI: Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin. 

Baca Selengkapnya di sini: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI: Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin. 

Baca Selengkapnya di sini: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI: Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin. 

Baca Selengkapnya di sini: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI: Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin. 

Baca Selengkapnya di sini: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI: Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin. 

Baca Selengkapnya di sini: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata

TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI: Merealisasikan Nilai-Nilai Kebeningan Hati Dalam Usaha Membangun Keindahan Perilaku Hidup Keseharian

Keberadaan taman merupakan simbol dari sebuah rumah yang terpelihara atau tidak. Sebab, kalau kita terbiasa merawat taman, niscaya merawat rumah bukan pekerjaan yang sulit. Sehingga, perilaku merawat taman memang harus dilakukan secara telaten dan terus menerus. Pasalnya, di taman itu ada sejumlah jenis tanaman. Dan kita tahu tanaman adalah salah satu makhluk hidup ciptaan-Nya. Seperti layaknya makhluk hidup umumnya, tanaman itu pun lahir, tumbuh, dan terus berubah bentuknya.

Semua itu mengandung arti bahwa dengan merawat taman, berarti kita sejatinya tengah mengungkapkan rasa syukur atas nikmat mempunyai rumah. Apalagi jika taman-taman itu terpelihara dengan baik. Ia akan memancarkan kebeningan berupa kesejukan bagi setiap orang yang memandangnya, membuat nyaman dan tenang bagi mereka yang berada di lingkungan taman tersebut.

Begitu pun dengan manusia. Ia ibarat sebuah rumah. Dan sebagai taman-tamannya adalah perilaku kesehariannya yang merupakan cerminan dari kondisi hatinya. Dr. Ahmad Faried menggambarkan hubungan hati dengan organ-organ tubuh lainnya, laksana raja yang bertahta di atas singgasana yang dikelilingi para punggawanya. Seluruh anggota punggawa bergerak atas perintahnya. Dengan kata lain, bahwa hati itu adalah sebagai reaktor pengendali atau  remote control  sekaligus pemegang komando terdepan (utama). Oleh karena itu, semua anggota tubuh berada dibawah komando dan dominasinya. Di hati inilah anggota badan lainnya mengambil keteladannya, dalam ketaatan atau penyimpangan.

Jadi, betapa indahnya bila hati kita dalam kebeningan. Karena suasana kehidupan manusia yang diselimuti oleh kebeningan hati akan selalu mengkonsulkan segala aktivitas hidupnya dengan indera perasa (kebenaran) dan suara hati nuraninya. Sebab, adakah yang lebih jujur dari hati nurani, ketika ia menyadarkan kita tanpa butiran kata-kata. Adakah yang lebih tajam dari mata hati, saat ia menghentak kita dari beragam kesalahan dan alpa. Singkatnya, sesungguhnya kondisi yang paling indah dari sebuah putaran kehidupan ini, tidak lain adalah di mana ketika kita mampu secara jujur dan tulus mendengar suara hati (keimanan).

Mudah-mudahan, secercah dari keindahan taman-taman kebeningan hati itu dapat kita peroleh melalui buku ini. Dan semoga saya, keluarga serta para pembaca dapat meraih inspirasi dan mampu merealisasikan nilai-nilai kebeningan hati dalam usahanya membangun keindahan “taman-taman” perilaku hidup keseharian.

Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih kepada Tabloid MQ yang telah memuat dan mempublikasikan (sebagian) pemikiran saya dalam tulisan-tulisan ini dan terima kasih pula kepada penerbit MIQRA INDONESIA yang bersedia menerbitkan buku ini. Dan semoga buku ini memberi manfaat bagi siapa pun yang membacanya. Aamiin. 

Baca Selengkapnya di sini: TAMAN TAMAN KEBENINGAN HATI

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & Education |
| Peneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |
BBM: C00447A8B
Telegram: ardadinata