Your Ad Here

15 August 2009

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat

oleh Arda Dinata



Demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Departemen Kesehatan telah menetapkan 5 kegiatan pokok sebagai kebijakan dalam pengendalian penyakit DBD yaitu menemukan kasus secepatnya dan mengobati sesuai protap, memutuskan mata rantai penularan dengan pemberantasan vektor (nyamuk dewasa dan jentik-jentiknya), kemitraan dalam wadah Pokjanal DBD (kelompok kerja operasional DBD), pemberdayaan masyarakat dalam gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN 3M Plus) dan peningkatan profesionalisme pelaksana program.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanggulangi terjadi-nya peningkatan kasus, salah satunya dan yang paling utama adalah dengan memberdayakan masyarakat dalam kegiatan pemberantas-an sarang nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M (menguras-menutup-mengubur). Kegiatan ini telah diintensifkan sejak 1992 dan pada 2000 dikembangkan menjadi 3M Plus yaitu dengan cara menggunakan larvasida, memelihara ikan dan mencegah gigitan nyamuk.

Selama ini berbagai upaya untuk memberdayakan masyarakat dalam PSN-DBD sudah banyak dilakukan, tetapi hasilnya belum optimal dapat merubah perilaku masyarakat untuk secara terus menerus melakukan PSN-DBD di lingkungan masing-masing.

Untuk mengoptimalkan pemberdayaan masyarakat dalam PSN DBD, pada tahun 2004 WHO memperkenalkan suatu pendekatan baru yaitu Komunikasi Perubahan Perilaku/KPP (Communications for Behavioral Impact/COMBI), tapi beberapa negara di Asean (Malaysia, Laos, Vietnam), Amerika Latin (Nikaragua, Brazil, Cuba) telah menerapkan pendekatan ini dengan hasil yang baik. Di Indonesia sendiri sudah diterapkan daerah uji coba yaitu di Jakarta Timur dan memberikan hasil yang baik.

Pendekatan tersebut lebih menekankan pada kekompakkan kerja tim (sebagai tim kerja dinamis). Perumusan dan penyampaian pesan, materi dan media komunikasi direncanakan berdasarkan masalah yang ditemukan oleh masyarakat dengan cara pemecahan masalah yang disetujui bersama. Akhhirnya, dengan pendekatan KPP/COMBI diharapkan perubahan perilaku masyarakat ke arah pemberdayaan PSN dapat tercapai secara optimal. [Arda D].***

Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.

Daftar Isi Majalah Inside Vol.III. No.02/Desember 2008:

SUDUT REDAKSI …….. 2

DAFTAR ISI …… 3

CAKRAWALA …… 4

EDITORIAL:

DBD dan Pemberdayaan Masyarakat ...… 5

FOKUS UTAMA:

Pemberdayaan DBD ...… 6

Manajemen Lingkungan Dalam Penanggulangan DBD ….. 8

Strategi Penanggulangan DBD …. 13
Strategi Utama Pemberdayaan Atasi DBD ….. 16
Mengenal Diagnosa Serologis Virus Dengue .. 18
Wolbachia: Alternatif Pengendali Vektor Dengue .. 20
Model Kepercayaan Kesehatan .. 23

LAPORAN DAERAH:

Penanggulangan DBD di Priangan …… 24
HASIL PENELITIAN:

Pemberdayaan Kelompok Ibu Rumah Tangga Dalam Penanggulangan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di Kelurahan Adiarsa Barat Kab. Karawang ..... 28

SPIRIT LOKA:
Menuju Puncak Kesuksesan …..50
Cara Mengirimkan Artikel ke Media Massa ….. 54
ALTERNATIF:
Ekstrak Kulit Jengkol Atasi Jentik DBD …. 59
PENDIDIKAN:
Imunositokimia: Teknik Pendeteksi Virus Dengue …. 67
Berkenalan Dengan Nyamuk …. 71
Perubahan Perilaku Bukti Keberhasilan Pemberdayaan Masyarakat …. 73
DUNIA PUSTAKA:
6 Trik Menjadi Penulis Artikel …. 76
TAFAKUR:
Penentuan Jenis Kelamin Nyamuk ….. 78

Anda tertarik Majalah Inside (Versi PDF) tersebut, silahkan kirim Rp. 25 Ribu saja ke Bank BNI No. Rekening: 0118657077 atas nama Arda Dinata, lalu sms ke no. 081320476048.

22 July 2009

6 Trik Menjadi Penulis Artikel


6 Trik Menjadi Penulis Artikel
Oleh: Arda Dinata*)

Judul Buku:
Tip Trik Menulis Artikel: 6 Langkah Menjadi Penulis

Penulis:
Wawan Gunawan

Penerbit:
LPM UNPAD Bandung

Tahun Terbit:
Cetakan 1, Januari 2005

Jumlah Halaman:
108

Penulis adalah salah satu jenis profesional yang akan menemukan ”gelombang masa depan” (Alvin dan Heidi Toffler)

Filosofi dasar yang harus dipahami oleh seorang calon penulis adalah: Tidak ada penulis yang lahir karena malas membaca. Kedua kata ini –menulis dan membaca- merupakan saudara kembar yang satu sama lain tidak mungkin dipisahkan. Di antara keduanya ada hukum sebab-akibat, subtitutif dan komplementer.

Menulis merupakan profesi yang hanya akan lahir apabila membaca telah menjadi budaya. Membaca dalam pengertian makro-kosmos. Dari mulai membaca kitab suci hingga membaca hal-hal yang selama ini dianggap porno (porno atau tidak porno itu tergantung dari cara logika kita mengapresiasi sesuatu).

Dari mulai membaca fenomena alam yang sedemikian menakjub-kannya hingga merenungkan hal-hal kecil atau sepele yang jarang atau luput dari perhatian manusia. Membaca sesuatu yang tersurat (eksplisit atau tertulis) maupun yang tersirat (implisit atau tidak tertulis). Baik yang tekstual maupun yang kontekstual. Pendek kata membaca segala sesuatu yang dapat ”ditangkap” oleh panca indera, dan rasa.

Apa yang dikemukakan di atas merupakan kristalisasi atas refleksi penulis buku ini selama kurun 1989 – 2004. Jadi, jangan sekali-kali berfikir untuk menjadi penulis apabila Anda malas membaca! Ini adalah sepenggal kalimat yang ”didapat” oleh penulis buku ini setelah lebih dari 15 tahun ”bergerilya” dari satu media ke media massa lainnya.

Dalam buku ini tidak ada teori yang jlimet. Hanya ada common sense (akal sehat saja!) yang terbentuk berkat sejumput pengalaman yang barangkali bisa bermakna bagi siapa pun. Hal ini diakui Prof. Dr. H. Kusnaka Adimihardja, MA, ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Universitas Padjadjaran Bandung, dalam kata pengantar buku ini yang mengungkapkan: Buku ini mengupas secara lugas dan tuntas bagaimana strategi sekaligus tip trik menulis artikel yang layak muat di media cetak. Dari mulai perumusan masalah, meracik judul, hingga bagaimana upaya mengirimkan naskah ke media cetak (hal. iii).

Secara garis besar isi buku ini menguraikan ada enam langkah sebagai tip trik menulis artikel, yaitu: Langkah ke-1 meracik judul tulisan; langkah ke-2 meramu intro tulisan; langkah ke-3 mengelola tubuh tulisan; langkah ke-4 menggagas ending tulisan; langkah ke-5 editing tulisan; dan langkah ke-6 mengirimkan tulisan.

Pokoknya, 6 tip langkah menulis artikel tersebut cukup runut dikupas dalam buku ini sebagai upaya membimbing para calon penulis untuk mahir menuangkan ide dan gagasannya ke dalam bentuk artikel. Dan menurut penulis buku ini, artikel diartikan sebagai tulisan yang mengembangkan gagasan yang inti persoalannya diangkat dari realitas atau referensi tertentu dengan fakta yang kemudian dianalisis dan didialektikakan berdasarkan kaidah bahasa populer dimana gagasan tersebut ditransformasikan kepada pembaca melalui media cetak, seperti koran atau majalah.

Akhirnya, sangat sayang bila para (calon) penulis dan mereka yang ingin bisa menulis artikel kalau belum sempat membaca buku ini. Dan sebagai pesan penting yang saya dapatkan dari buku ini adalah: Ada empat pokok penting yang patut diketahui ketika hendak menulis. Pertama, sumber-sumber subyek persoalan. Kedua, ide-ide segar dan informatif. Ketiga, fakta yang bisa dipercaya dan aktual. Keempat, gaya penulisan yang memikat. Anda tertarik menjadi penulis artikel, miliki dan bacalah buku ini!***

*) Resensor pencinta buku dan penggiat majelis buku di MIQRA Indonesia, http://miqrabuku.blogspot.com
18 Jurus Sakti Dewa Mabuk Membangun Bisnis: Buku Bisnis Pertama Bergaya Cerita Silat (Indonesian Edition)Bouko BayiShalom Bayis With a Twist of HumorBayi Lam

Menanggulangi DBD dengan Manajemen Lingkungan


Menanggulangi DBD dengan Manajemen Lingkungan
Oleh: Arda Dinata*)


Judul Buku:
Manajemen Berbasis Lingkungan:
Solusi Mencegah dan Menanggulangi Penyakit Menular


Penulis:
Dr. dr. Anies, M.Kes, PKK

Penerbit:
PT. Elex Media Komputindo, Jakarta

Tahun Terbit:
2006


Jumlah Halaman:
173 + xiv

DEMAM berdarah dengue (DBD) yang semula dianggap siklus lima tahunan, kini setiap tahun meledak di berbagai daerah. Penderitanya pun sudah bukan anak-anak lagi, tetapi penderita dewasa semakin banyak. Demikian pula penyakit menular lainnya, seperti malaria, leptospirosis, serta chikungunya, sewaktu-waktu dapat “meledak” dan menimbulkan masalah kesehatan masyarakat yang serius.

Pertanyaannya, kenapa penanganan yang dilakukan saat ini serasa kurang efektif? Mungkinkah ada yang salah dalam manajemen mencegah dan membasmi penyakit menular tersebut?

Menurut buku ini, memang ada yang salah. Apalagi mengingat sebagian besar dari berbagai penyakit menular tersebut terkait erat dengan kondisi lingkungan, baik global maupun lokal. Namun, penanganannya kurang melibatkan faktor lingkungan. Padahal, tanpa melibatkan faktor lingkungan mustahil akan membuahkan hasil yang diharapkan (hal. viii).

Selama ini, mungkin kita jarang menyadari, bahwa karena perbuatan manusia yang mengeksploitasi sumber daya alam, penggunaan bahan-bahan kimia tertentu yang menyebabkan menipiskan lapisan ozon di atsmosfer, mengakibatkan suhu bumi semakin hangat dengan segala akibatnya. Salah satunya adalah meningkatnya populasi serangga yang berfungsi sebagai penular penyakit tertentu.

Di sini, kalau kita mau jujur, sesungguhnya mewabahnya DBD di seluruh Indonesia akhir-akhir ini bukan hanya karena sikap dan pola hidup yang tidak higienis. Tapi, pemanasan global juga turut memicu pertumbuhan nyamuk sebagai pembawa penyakit tersebut. Dalam hal ini, nyamuk dapat bertahan hidup dan berkembang di daerah yang sebelumnya tidak mungkin. Pemanasan global membuat jelajah nyamuk semakin luas. Hal ini menyebabkan melesetnya perencanaan tentang program kesehatan maupun pengembangan wilayah yang kurang mempertimbangkan faktor lingkungan.

Lebih-lebih, adanya perubahan iklim akibat pemanasan global tersebut, ternyata sangat menguntungkan bagi habitat serangga tertentu sebagai penular penyakit. Dalam hal ini, siklus hidup serangga tersebut semakin pendek, sehingga dalam jangka waktu singkat populasinya meningkat. Timbulnya penyakit DBD, chikungunya maupun malaria, sering dihubungkan dengan kelembapan udara dan curah hujan. Sehingga tidak mengherankan jika dikatakan bahwa kondisi iklim mempunyai hubungan erat dengan kejadian suatu penyakit menular. Bahkan iklim dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya koloni kuman secara alamiah. Dengan demikian, secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi timbulnya beberapa penyakit menular.

Oleh karena itu, melalui buku ini kita akan diajak berdialog membicarakan seputar manajemen berbasis lingkungan dalam mencari solusi mencegah dan menanggulangi penyakit menular. Dengan membaca buku ini, kita setidaknya akan menemukan beberapa solusi dalam penanganan penyakit dengan pengelolaan faktor lingkungan (baca: manajemen berbasis lingkungan). Tepatnya, pendekatannya lebih mengutamakan upaya pencegahan dan peningkatan, tanpa melupakan pengobatan.

Secara umum pembahasan dalam buku ini dibagi dalam beberapa bagian dan kita bebas mulai dari bagian penyakit mana saja, karena sesungguhnya tulisan dalam tiap bagian ini bisa berdiri sendiri. Bagian yang dibahas dalam buku ini, diantaranya berupa: pengaruh lingkungan terhadap perkembangan penyakit; manajemen berbasis lingkungan; SARS; flu burung; demam berdarah dengue; chikungunya; penyakit tangan, kaki dan mulut (hand, foot and mouth disease); malaria; leptospirosis; toksoplasmosis; anthrax; polio; campak Jerman; infeksi “Rumah Sakit”; serta etika lingkungan dan mentalitas frontier.

Untuk itu, tidaklah kita menyesal memiliki dan membaca buku ini sebagai bahan informasi dalam bidang pemberantasan penyakit menular di Indonesia. Walaupun materi penyakit menular yang dibahas dalam buku ini memang bukan penyakit baru, tetapi ia merupakan penyakit yang erat kaitannya dengan faktor lingkungan dan sempat menimbulkan ketakutan dan kecemasan di masyarakat, baik global maupun lokal. SARS dan flu burung merupakan problem global, sedangkan demam berdarah dengue, malaria, leptospirosis dan chikungunya, mewakili problem lokal.

Akhirnya, dengan membaca buku ini, kita akan menemukan bagaimana seharusnya kita melakukan manajemen berbasis lingkungan, yang merupakan solusi untuk mencegah dan menanggulangi berbagai penyakit menular tersebut secara spesifik pada tiap penyakit menular yang akan kita tangani.***

*) Resensor adalah pencinta buku dan penggiat majelis buku di MIQRA Indonesia, http://miqrabuku.blogspot.com.

Penyakit Infeksi Virus Penyerang Syaraf

Penyakit Infeksi Virus Penyerang Syaraf
Oleh: Arda Dinata*)


Judul Buku:
Pedoman Tata Laksana Kasus dan Pemeriksaan Laboratorium Japanese Encephalitis di Rumah Sakit

Penulis:
Rumah Sakit Infeksi Prof. Dr. Sulianti Suroso

Penerbit:
Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan R.I.

Tahun Terbit:
2007

Jumlah Halaman:
46 + vi

JE [Japanese Encephalitis] adalah penyakit virus yang penyebarannya berkaitan erat dengan keadaan lingkungan. Penyakit ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Asia, dari Asia Timur (Jepang, Korea); Asia Selatan (India, Srilangka); Asia Tenggara (termasuk seluruh kepulauan Indonesia), dan bahkan sampai ke negara bagian Northern Territory di Australia.

Penyakit JE ini termasuk Arbovirosis (Arthropoda Borne Viral Disease) yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus dan ditularkan oleh Artropoda. Di sini, yang jelas dalam perjalanan penyakit Arbovirosis, diperlukan reservoir (sumber infeksi) dan vector.

Adapun sebagai vector penyebar virus JE adalah nyamuk yang biasa ditemukan di sekitar rumah, antara lain spesies Culex. Nyamuk ini umumnya menggigit pada sore dan malam hari. Lokasi daerah persawahan, yang terutama pada musim tanam selalu digenangi air, diduga berpengaruh pada endemis penyakit JE.

Lebih dari itu, di daerah urban nyamuk Culex ini dengan mudahnya dapat ditemukan di selokan dan air tergenang. Selain itu, pada musim hujan populasi nyamuk akan meningkat, sehingga menyebabkan transmisi penyakit. Hal ini dibuktikan oleh Simanjuntak G (2004) pada penelitiannya menyebutkan bahwa satu dari dua orang Indonesia memiliki antibodi terhadap penyakit JE.

Lebih jauh, kalau kita lihat ternyata nyamuk Culex ini merupakan jenis nyamuk antrozoofilik yang tidak hanya menghisap darah binatang, tapi juga darah manusia. Oleh karena itu, melalui gigitan nyamuk Culex dapat terjadi penularan penyakit JE dari hewan ke manusia. Jadi, manusia ini merupakan dead end host untuk penyakit JE. Artinya, manusia tidak akan menjadi sumber penularan penyakit ini bagi mahluk lain.

Berbicara masalah penyakit JE, yang harus diingat adalah selain nyamuk itu sendiri yang berperan pada penyebaran penyakit JE, juga untuk terjadinya infeksi JE pada manusia diperlukan hewan lain sebagai penjamu (host) yang dijadikan tempat berkembangbiaknya virus sebelum masuk ke dalam tubuh manusia.

Babi adalah sebagai salah satu hewan penjamu virus JE. Babi ini merupakan amplifier terbaik bagi perkembangbiakan virus JE, meskipun banyak jenis hewan lain yang dapat menjadi penjamu. Fakta ini dibuktikan dengan ditemukannya antibodi terhadap JE pada sapi, kerbau, kuda, kambing, domba, anjing, kucing, maupun unggas. Kasus penyakit JE ini dapat menyerang manusia pada semua umur, namun angka kejadian pada anak lebih tinggi daripada orang dewasa.

Buku ini wajib dibaca bagi mereka yang bergelut dalam bidang pemberantasan vector, terutama penyakit JE, karena di dalam buku ini dibahas tentang berbagai hal terkait dengan penyakit JE.

Sistimatika penulisan buku ini secara umum dibagi menjadi sembilan bagian, diantaranya membahas tentang: epidemiologi JE (biak etimologi, vector penularan, dan siklus penularannya); patogenesis dan manifestasi klinis; masalah diagnosa dan tata laksananya; dan upaya pencegahan serta pencatatan dan pelaporan kasus JE.

Untuk itu, tidak berlebihan bila dikatakan buku ini sangat berguna dan memberikan pencerahan kepada pembaca tentang penyakit JE, apalagi di tengah-tengah minimnya referensi penyakit JE dalam versi bahasa Indonesia. Selamat membaca! ***

*) Resensor pencinta buku dan penggiat majelis buku di MIQRA Indonesia, http://miqrabuku.blogspot.com

Terapi Herba Atasi Flu Burung dan Demam Berdarah

Terapi Herba Atasi Flu Burung dan Demam Berdarah

Oleh: Arda Dinata*)
Judul Buku:
Terapi Herba, Buah, Sayuran Flu Burung dan Demam Berdarah 2
Penulis:
Tim Redaksi Majalah Flona
Penerbit:
Majalah Flona
Tahun Terbit:
November 2005
Jumlah Halaman:
128
Untuk melindungi diri dari serangan berbagai macam penyakit yang siap mengancam dewasa ini, kita sudah selayaknya mengem-bangkan ”payung” masing-masing. Setiap orang sudah punya ”payung”. Yakni ketahanan dan kesehatan tubuh. Anda pasti sepakat, selain faktor genetik, kesehatan kita juga dipengaruhi oleh faktor luar termasuk gaya hidup dan pola makan. Apabila kita mampu menjaga hidup sehat dan istirahat cukup, ditunjang dengan pola makan bergizi/bervitamin, niscaya tubuh menjadi sehat.
Pokoknya, kondisi daya tahan tubuh prima akan membentengi kita dari serangan penyakit. Paling tidak penyakit yang kini sedang mewabah, seperti influenza, demam berdarah, bahkan flu burung tak akan mudah menyerang kalau kondisi kesehatan kita prima.
Kata pepatah Cina, berobat setelah jatuh sakit laksana menggali sumur di saat haus. Setelah telanjur terkena penyakit, orang baru sadar betapa mahalnya kesehatan. Pertanyaannya, apakah menjaga kesehatan itu perlu biaya banyak? Tergantung sikap kita. Kalau merasa harus mengonsumsi obat, multivitamin dan food suplement paten, bisa mahal. Sebaliknya, kalau kita mau berkaca pada kearifan lokal dan beralih pada warisan leluhur dengan mengonsumsi herba, sayuran, dan buah-buahan tentu jauh lebih murah.
Kehadiran buku ini, tentu sangat membantu di tengah-tengah fenomena mewabahnya penyakit dewasa ini. Apalagi saat ini belum adanya vaksin anti flu burung plus penyebarannya yang sangat cepat memaksa Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan skenario pandemi flu burung. Pada skenario optimis, pandemi hanya menewaskan 5 juta orang di seluruh dunia. Selebihnya, pada skenario pesimis, jumlah yang meninggal bisa berkisar 50 juta – 100 juta jiwa. Fantastis!
Atas dasar besarnya ancaman itulah buku ”Terapi Herba, Sayuran Flu Burung dan Demam Berdarah 2” diterbitkan. Secara garis besar isi buku ini membahas seputar masalah penyakit avian influenza (AI), demam berdarah dengue (DBD) dan malaria serta penangkalnya ditinjau dari sudut terapi herba, buah, dan sayuran.
Pada buku ini, intinya kalau tidak mau terserang penyakit tersebut, maka kita harus membentengi tubuh. Kita tahu, salah satu amunisi untuk memperkuat tubuh itu bisa lewat herba, buah, dan sayuran berkhasiat. Secara umum berbagai flora berkhasiat itu berperan sebagai antioksidan dan memperkuat daya tahan tubuh (imunomodulator). Selain itu dalam kondisi badan sudah terserang pilek, batuk, sesak napas, atau demam berdarah, flora berkhasiat ampuh itu bakal menumpas virus yang terlanjur masuk menyerang.
Salah satu kelebihan buku ini adalah dilengkapi aneka resep dengan bahan yang murah, mudah didapatkan, dan beragam sehingga mudah dipraktikkan pembaca. Hingga kalau Anda merasa asing dengan satu resep bisa memilih resep lain yang disuka. Lebih jauh, penerapan isi buku ini, tentu sesuai dengan falsafah budaya Timur. Yakni eksistensi manusia tidak terpisahkan dari unsur alam lingkungannya. Tanah dengan beraneka jenis tanaman, sayuran, dan buah-buahan telah menjadi semacam harta berharga yang siap diolah untuk dijadikan sarana menjaga kesehatan serta mengobati penyakit secara tradisional.
Akhirnya, perlu dipahami bahwa aneka resep tradisional yang tersaji dalam buku ini baik yang menyangkut resep herba, sayuran, maupun jus tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran dan fungsi pengobatan medis. Yang jelas, penulisan dalam buku ini dilakukan dengan pendekatan saling melengkapi. Itulah sebabnya, dalam buku ini setiap bahasan suatu penyakit terlebih dahulu diberikan penjelasan medisnya. Hal ini dimaksudkan agar pembaca mendapat latar belakang pengetahuan tentang penyakit dan gangguan kesehatan yang dideritanya. Selamat membaca!***
*) Resensor pencinta buku dan penggiat majelis buku di MIQRA Indonesia, http://miqrabuku.blogspot.com
 | 

Your Ad Here
 
There was an error in this gadget

MUSIK MIQRA:


detiknews - detiknews

Millis MIQRA Indonesia:

Assalamu'alaikum wr wb Selamat datang di MIQRA INDONESIA GROUP. Sumber Inspirasi, Motivasi, Ilmu dan Amal untuk ke-SUKSES-an hidup Anda di dunia akhirat.
Ayo Gabung Dengan Komunitas Pembaca MIQRA INDONESIA GROUP
Dapatkan Hadiah Ebook:
”ILMU MENJADI KAYA & MENJADI PENULIS LUAR BIASA”

Setelah Anda bergabung dengan Mailing List MIQRA INDONESIA GROUP.


LIHAT dan IKUTI CARA BLOGKU DAPAT IKLAN, RUPIAH & DOLLAR :
Earn Money for Sharing Files | CARA MUDAH DAPAT DOLLAR | PROGRAM IKLAN INDONESIA | GRATIS PROGRAM MENYIMPAN FILE |

BUKU TAMU

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
>